Museum Ayasofya, saksi kisah dramatis jatuhnya Konstantinopel ke tangan Turki Usmani.
Ayasofya yang merupakan landmark kota Istanbul, Turki adalah sebuah bangunan penuh sejarah, menjadi saksi dari sekian banyak kisah. Kisah paling dramatis adalah saat Konstantinopel jatuh ke tangan Turki Usmani.
Ayasofya berasal dari bahasa Yunani yang berarti Kebijaksanaan Suci. Digunakan sebagai gereja selama 916 tahun sejak dibangun tahun 537 dan beralih fungsi sebagai masjid selama 481 tahun. Dirancang oleh para ilmuwan Yunani yaitu Isidorus seorang Fisikawan dan Anthemius yang seorang ahli Matematika. Atas perintah Kaisar Justinian Bizantium bangunan gereja itu berdiri pada kot
a Konstantinopel yang merupakan ibukota Romawi Timur .
Kubah bangunan ini memiliki tinggi 55,6 meter dan dianggap sebagai lambang arsitektur Bizantium dan juga menjadi katedral terbesar di dunia selama hampir 1000 tahun.
Namun pada tanggal 29 Mei 1453, pertempuran besar terjadi sehingga menyebabkan benteng kota yang kokoh itu akhirnya mampu ditembus oleh pasukan Turki Usmani. Kota Konstantinopel jatuh di tangan Sultan muda Mehmed II. Siang hari, Sultan muda itu memasuki kota yang telah luluh lantak lalu memerintahkan untuk mengakhiri pembunuhan. Sultan muda, penguasa baru kota Konstantinopel itu juga mengatakan pada penduduk kota, untuk beraktifitas seperti biasa seperti sebelum terjadi perang, juga beribadah sesuai dengan keyakinan masing-masing. Tidak ada pengrusakan bangunan apapun, termasuk gereja Ayasofya. Hanya saja Sultan Mehmed II memutuskan untuk merubah fungsi bangunan gereja itu menjadi sebuah masjid. Bangunan tidak diubah sedikitpun kecuali interiornya ditambah dengan mimbar untuk khotbah dan kaligrafi di sekeliling bangunan dan eksteriornya ditambah dengan 4 menara. Resmi dipakai sebagai masjid dan madrasa sejak tanggak 3 Juni 1453.
Ayasofya saat ini telah beralih fungsi lagi dari bangunan masjid menjadi museum sejak tahun 1934
Bangunan megah ini terdiri dari 2 lantai. Lantai dasar yang juga merupakan main hall yang dulu digunakan sebagai tempat ibadah, ornamen-ornamen gereja seperti gambar Yesus masih ada dalam bangunan ini berdampingan dengan kaligrafi Islam seperti lafadz Allah dan Muhammad serta beberapa tulisan kaligrafi lainnya seperti halnya dalam sebuah masjid. Uniknya, bangunan Ayasofya ini sudah nyaris menghadap ke arah kiblat, jadi tidak perlu lagi merubah mihrab tempat imam, hanya sedikit saja menggeser arahnya beberapa derajat. Nuansa gereja masih kental di sini, mozaik-mozaik kuno bergambar Bunda Maria dan Isa juga Kaisar Constantine dan istrinya bisa kita saksikan.
Ingin menikmati indahnya bangunan saksi sejarah ini? Yuk, nikmati suasana romantis Istanbul di Bulan Februari!
Rasakan juga pengalaman berkunjung di Topkapi Palace, Blue Mosque yang megah dan nikmatnya makan siang di atas selat Bosphorus yang romantis..
-Sumber: sejarah.kompasiana.com dengan beberapa perubahan-
Jadi Ayo segera Umroh bersama Multazam Utama Tour Yuk, kami membuka paket Umroh plus Turky
tanggal keberangkatan: 7 Februari 2015
lama Perjalanan 12 hari
harga *4 (Quad $2775, Double $3000)
Jumlah seat terbatas
info lebih lanjut:Aditya Saputra WijayaKepala Perwakilan Mulatazam Utama Tour SEMARANG082221802966PT. TISAGA MULTAZAM UTAMAPenyelenggara Perjalanan Haji Khusus & UmrohBerdiri Sejak 1999Izin resmi perpajangan KEMENAG RI ( D / 469 - D / 543 Tahun 2013 )Kantor Perwakilan SEMARANGJl. Meranti raya no. 27 Banyumanik, SEMARANGTelp : 024-70212334Email : pi_multazamsmg_ditya@yahoo.co.idWeb : www.multazam.co.id


Makkah
Jakarta
No comments:
Write komentar