Tidak mudah jadi pengusaha sukses. Buktinya, banyak orang yang mencoba jadi pengusaha, namun gagal di tengah jalan. Mereka tidak kuat menahan beragam rintangan yang menghadang. Nah, buat yang pengen jadi pengusaha, cerita singkat Pak Bashori mungkin bisa menginspirasi.
Lahir dari kalangan keluarga sederhana, pemilik nama lengkap Imam Bashori ini sejak kecil harus berjibaku untuk meraih sukses. Beragam pekerjaan pernah dia rasakan. Pernah menjadi pemetik kopi, sopir, bahkan berjualan kurma di pasar-pasar tradisional.
Perubahan terjadi ketika beliau bekerja di sebuah travel haji dan umroh di Jakarta. Suatu saat, perusahaan tempat beliau bekerja harus pindah kantor ke lokasi yang lebih jauh. Alhasil, Pak Bashori memutuskan resign, dan mencoba membuka sendiri travel haji dan umroh.
Tidak mudah menjajaki profesi baru sebagai pengusaha. Suami dari Dra Hj Winarti ini bahkan pernah ditipu klien hingga punya utang milyaran rupiah. Namun, semua guncangan itu beliau hadapi dengan optimistis. Beliau percaya niat baik pasti ditolong Allah.
“Allah berjanji akan menolong hamba-Nya yang baik, bekerja keras, dan mau berdoa. Dialah satu-satunya Dzat yang berkuasa atas segala sesuatu. Alhamdulillah Allah selalu memberi pertolongan,” tutur bapak empat anak ini.
Dari usaha kecil-kecilan, Pak Bashori tumbuh menjadi pengusaha travel haji dan umroh yang profesional. Beliau menamai perusahaannya Multazam Utama Tour. Berdiri sejak 15 Juli 1999, Multazam Utama Tour kini telah punya unit usaha tiket dan visa.
Dengan dua unit usaha ini, Multazam Utama Tour makin kokoh di lini travel dan umroh. Jamaah tidak perlu khawatir tidak bisa berangkat ke Tanah Suci karena terkendala tiket dan dokumen.
“Sesuai filosofi dasar pelayanan kami ‘Untuk Kesempurnaan dan Kenyamanan Ibadah Anda’, kami Insya Allah akan berusaha sebaik mungkin untuk terus berkembang,” ujarnya.
Pak Bashori berbagi resep buat yang mau jadi pengusaha sukses. Beliau menyarankan agar tidak suka berada di zona nyaman. Dengan berani berkembang dan terus berkembang, Insya Allah akan ada peningkatan.
“Jangan lupa bersyukur, berbagi, dan berdoa. Karena sejatinya keberhasilan itu semata-mata datangnya dari Allah,” katanya.
Bagaimana saudaraku, berani jadi pengusaha?
No comments:
Write komentar